Pengalaman PKL (Praktek Kerja Lapangan)

Akhirnya selesai juga PKL …
banyak pengalaman banyak juga dapat wejangan ..
banyak juga ikut dapat cercaan ketika Air Ledeng tak jalan, maklum saya PKL di PDAM ..
gara-gara itu saya jadi sadar ketika saya jadi rakyat biasa dan mengeluh karena Air tak jalan Listrik Mati dan marah-marah serta mengeluarkan sumpah serapah kepada instansi tersebut.
Dan saat PKL kemaren otomatis saya menjadi bagian dari mereka (PDAM) walaupun cuma sementara dan bersifat titipan.
Tapi banyak sedikitnya saya ikut menerima efek samping dari cacian dan sumpah2 itu …
Untung saya tidak PKL di PLN .. wuihhh bisa setiap hari panas kuping … maklum lah PLN kan doyan dugem jadi sering matiin lampu ..*upzz listrik maksudnya.
Dengan ini saya jadi sadar sungguh kasian mereka yang bekerja disana (PDAM & PLN) sering mendapat cacian dan sumpah, Ketika Air tak jalan dan Listrik Padam.
Padahal ini memang murni trouble dari sistem dan peralatan.

Dan setelah ini seiring dengan berakhirnya PKL. Saya tak akan protes atau marah-marah lagi kalau seandainya Air tiba-tiba tidak jalan atau mungkin Listrik padam disaat – saat penting. Belajar menerima keadaan karena ini berdasarkan pengalaman ..*Curhat dari Karyawan PDAM yang sering mendapat sindiran dari tetangga*

Sekarang tinggal persiapan menyusun laporan, cari bahan lagi…

Comments (9)

Bungzhu ZyraithOctober 18th, 2009 at 4:08 pm

kunjungan persahabatan… ^_p

oh iya….
sebagai mahasiswa semester akhir juga saya sedang menyelesaikan garapan skripsi dan laporan kerja praktek…
sama2 menyulitkan…hehe :idiot:

iya .. yg penting kita tetap semangat …

ReplyReply
quinieOctober 18th, 2009 at 4:11 pm

hollaaa… makasih ya udah mampir ke tempat sayah. Salam kenal juga.
hm.. pkl di instansi yang menyangkut hajat orang banyak, emang begitu… then udah dapet caranya supaya ga di komplain lagi? xixixi

yahh begitulah Mba … tp semuanya menjadi pengalaman kok

ReplyReply
niaOctober 19th, 2009 at 12:19 am

udah posting lagi nih???

Yaa .. jangan sampai marah² lagi kepada para petugas ya Zal, soalnya mereka sudah dibebankan perusahaan untuk bekerja dengan tanggung jawab .. kalaupun mungkin belum beres pasti ada faktor yg ga bisa diprogress saat itu juga.

Selamat bikin laporan yaaaa

iya Mba kapok saya nyumpahin org ..

ReplyReply
iezulOctober 19th, 2009 at 3:13 am

Mungkin hxa orang2 yg sabar hdup di PLN en PDAM,tpi makin ganal sabarx,makin ganal gajihx.Wkwkwkwk

behhh jaka kytu zul ae … hakun ae ku .. sabar trus tu pank …

ReplyReply
NyubiOctober 19th, 2009 at 7:59 am

sabar mas :) sing waras kudu sabar toh :)

iya mas .. kudu sabar wee atuh …

ReplyReply

[...] Oktober 20, 2009 at 4:18 pm (Gado-Gado) Sekedar tulisan yang tak jelas … Untuk mengusir ngantuk ku yang tak tertahankan lagi, 1 jam lagi aku harus menahan ngantuk ini. Daripada tidak jelas lebih baik aku ngawur bikin tangan ini menari-nari diatas keyboard. Satu dua tiga rangkai kata yang tak jelas pun mulai bersambungan. Sudahlah ini hanya sebuah tulisan tak jelas jangan diteruskan, toh tidak akan ada yang tertarik juga untuk membacanya. Tapi aku masih ingin melihat tangan ini beraktifitas walaupun mata ini sudah setengah terpejam. Sudah 2-3 jam aku berkutat dengan google untuk mencari bahan laporan. [...]

iyoongOctober 21st, 2009 at 7:06 pm

ya semua kebijakan dari instansi tersebut pasti udah dipikir matang2. Dan juga meminimalisasikan efeknya terhadap masyarakat…

semoga Pengalaman dari PKL nya dapat diterapkan dalam sehari2.. :DD

iyaa .. mereka punya alasan untuk itu, tdk sembarangan dlm mengambil keputusan yg menyangkut hajat org banyak …
semoga pengalaman PKL ini bermanfaat …

ReplyReply
mimaOctober 21st, 2009 at 7:42 pm

ada dua sisi didalam hidup ini, dalam dan luar.. :DD
ketika berada disisi luar, dengan mudahnya kita mengkritik yang ada didalam..
tetapi ketika didalam, barulah terasa bahwa pekerjaan didalam ga semudah yang terlihat :oo:

jadi mencoba melihat dari dua sisi sekaligus memperluas pandangan kita dan menurunkan tingkat emosi jiwa *baca cerita bagian ibu2 marah. bisa2 kena darah tinggi gara2 suka marah2 tu* :he:

nah benar sekali itu diluar kita hnya bisa mengkritik … tnpa tau bagaimana proses didalamnya, inilah yg terjadi pada bangsa kita

ReplyReply
kodilOctober 22nd, 2009 at 2:50 am

kalau diliat dari sisi kemanusiannya memang kita tidak baik untuk marah-marah dengan petugas dilapangan karena mereka sebenarnya tidak bersalah. tapi apakah kita pernah berpikir, petugas yg dilapangan itu sebenarnya korban dari kerakusan pemimpin2 yang diatasnya. jika saja semua peralatan buat operasional itu memang dibeli dengan spec yg sebenarnya, mungkin akan lain ceritanya. ini kalo saya bilang ibaratkan orang yg makan nangkanya, kita yg kena getahnya. coba liat laporan dari kedua perusahaan plat merah itu, ceritanya selalu rugi terus, mana ada yang untung. tapi coba kita liat pemimpin2nya, rumahnya mewah, mobilnya bagus2, anaknya sekolah diluar negeri semua. dari mana hayo?

ReplyReply

Leave a comment

Your comment